Selasa, 10 Desember 2013 di Sleman Yogyakarta, tetangga herugan kebetulan merupakan kos-kosan putri. Kebanyakan anak-anak kos (termasuk pengurus kos) takut dan jijik sama kucing. Namun banyak sekali kucing-kucing berkeliaran seketar kos. Dari hal tersebut, Herugan merasa kasihan pada anak-anak kos yang kesemuanya putri tersebut.  Dari sekian banyak kucing yang ada di kosan tersebut, Herugan tertarik dengan salah satu kucing putih jantan persilangan antara kucing persia dengan kucing kampung. Namun untuk secara fisik sangat terlihat jelas seperti kucing persia. Dengan warna putih polos, bulu panjang dan tebal, serta ekor yang panjang. Dari situ Herugan berniat menangkap dan mengadopsi kucing tersebut, yang kemudian akan diberi nama “Mueeza” (Nama Kucing Kesayangan Baginda Rasul  Muhammad SAW kala itu).

kucing mueeza

kucing mueeza

Sekitar pukul 09.00 WIB, Herugan langsung mempersiapkan umpan dan peralatan untuk menangkap kucing persia tersebut. Setelah kucing terlihat keluar dari dalam kos-kosan, Herugan bergegas membuka pintu sebuah ruangan kosong samping kos dan meletakan umpan kedalam ruangan tersebut. Tepat di depan pintu ruangan tersebut, kucing mencium bau umpan dan secara perlahan masuk menuju arah umpan. Dengan sabar Herugan menunggu diluar hingga kucing masuk ke ruangan. Setelah kucing masuk ke ruangan secara cepat kilat, Herugan masuk ke ruangan dan menutup pintu tersebut.

Tak disangka dan membuat Herugan berfirasat buruk, kucing langsung sontak melompat ke arah kaca jendela ruangan berkali-kali secara membabi buta. Sesaat kucing terdiam di lantai, Herugan segera menangkap dengan kedua tangan kosong, tapi sungguh tragis, kucing langsung menerkam, mengigit dan  mencakar  berulang-ulang kali secara membabi buta. Langsung tangan Herugan bercucuran darah tanpa henti dengan keadaan tangan masih diterkam kucing secara erat. Sekilas herugan berfikir ingin menghantamkan kucing tersebut ke lantai hingga mati. Namun Herugan tidak tega sekaligus berfikir tidak mungkin melakukan hal itu, karena kucing adalah binatang kesayangan (binatang pembersih) baginda Rasul Muhammad SAW.

Setelah terdiam beberapa saat sambil menerkam tangan Herugan, Kucing tersebut langsung Herugan lepaskan begitu saja. Sambil menahan rasa sakit dan melihat darah bercucuran, Herugan langsung berfikir tentan penyakit : Rabies dan Tetanus. Rasa takut dicampur dengan rasa bimbang, Herugan segera mencuci bekas gigitan dengan air keran, namun darah terus saja mengalir. Tak pikir panjang, Herugan langsung menuju ketempat praktek Dokter umum terdekat. Setelah sampai, Dokter tidak mempunyai stok vaksin ATS ( Anti Tetanus Sentrum) dan TT (Tetanus Taksonoid). Alhasil luka hanya dibersihkan dengan alkohol dan obat merah, kemudian Dokter memberikan surat rujukan untuk ke RS (Rumah Sakit).

Sesampainya di Rumah Sakit, langsung ditangani perawat di ruang UGD (Unit Gawat Darurat). Sambil Luka dibersihkan oleh perawat, Herugan beberapa kali bertanya mengenai luka yang ada ditangan Herugan kepada Dokter. Dan ternyata jawabannya adalah diagnosa sementara kemungkinan terkena Tetanus dan Rabies (karena gigitan kucing liar/kucing kampung). Bahayanya Tetanus dan Rabies dari ungkapan Dokter adalah bila tidak segera diobati dalam kurun waktu -+ 6 jam, akan menyebabkan kematian seseorang. Dengan gejala Rabies dan Tetanus yang sangat parah yaitu :

  1. Mengalami kaku dan keram pada bagian yang digigit kucing.
  2. Demam tinggi secara tiba-tiba.
  3. Sesak nafas (karena paru-paru susah mengembang)

Dari ungkapan Dokter tersebut, Herugan sangat-sangat khawatir dan bimbang. Sontak Herugan sok dan terdiam diatas kasur pasien. Namun perasaan sedikit lega saat Dokter mengatakan “Mudah-mudahan gak apa-apa mas, karena mas-nya sudah kami suntikan vaksin TT (Tetanus Taksonoid)”.

Tiba-tiba tangan Herugan mengalami kaku dan keram disertai dengan panas badan, sesuai dengan apa yang dikatakan Dokter. Rasa panik dan khawatir muncul kembali. Namun Dokter selalu mengatakan “Mudah-mudahan gak apa-apa mas, karena mas-nya sudah kami suntikan vaksin TT (Tetanus Taksonoid)”.  Herugan minta izin untuk beristirahat sejenak diatas kasur pasien. Setelah lumayan tenang, Herugan pamit kepada Dokter dan segenap perawat untuk pamit pulang.  Herugan-pun keluar dari ruangan UGD dan menyelesaikan administrasi untuk kemudian pulang ke rumah.

Pesan Herugan :

  1. Jangan pernah bermain/mengusik/mengganggu atau mencoba menangkap kucing liar/kampung tanpa dengan peralatan khusus (sniper bius hewan misalnya).
  2. Bila anda mempunyai kucing peliharaan, harap berhati-hati dan waspada. Tidak menutup kemungkinan kucing mengalami stres dan menyerang tiba-tiba.
  3. Kucing peliharaan hendaknya diperhatikan secara khusus terutama kesehatan kucing tersebut.