Saat pertama kali  belajar dan membuat website kemudian website yang dibuat di onlinekan, setelah di lihat melalui browser ternyata proses loadingnya sangat lama bahkan tidak tampil pada web browser. Hal tersebut dapat merugikan kita karena pengunjung website Anda akan malas mengunjungi website Anda dengan alasan website Anda Berat dan Foto Produk, atau Artikel lainya tidak tampil dengan sempurna.

Oleh karena itu ada beberapa yang harus Anda Perhatikan komponen apa saja yang ada dalam website Anda. Semakin banyak komponen akan membuat semakin banyak proses, sehingga membuat website menjadi lambat bahkan sangat lambat saat diakses dibrowser. Mari kita cek komponen-komponen tersebut, yaitu :

Speed-up-your-website

1. Gambar (Images)

Pastikan pada website Anda tidak ada gambar yang hilang, rusak atau tidak ditemukan (not found) karena akan membuat proses loading menjadi lama. Pastikan penulisan lokasi, nama gambar dan ekstensi/format gambar serta pemanggilan gambar dalam file HTML sama persis.

Ada banyak format gambar yang sering digunakan dalam website, .jpg, .jpeg, .giff, .png, .bmp dsb.

Berikut kelebihan dan kekurangan jenis format yang sebaiknya kita gunakan dalam website.
▪ JPG/JPEG :
+ : image format yang dapat kita kompress sampai skala terkecil dengan size yang beragam
-. : format ini tidak dapat dibuat transparent/tanpa background, merupakan image solid

▪ PNG :
+ : resolusi bagus untuk web dan dapat dijadikan transparent
-. : format ini mempunyai size yang cukup besar untuk waktu upload

▪ GIF :
+ : merupakan image format yang paling ringan diantara JPEG & PNG
-. : Image format dengan resolusi kurang bagus,cocok digunakan untuk image pendukung (icon)

Pastikan resolusi gambar sesuai dengan skala yang sama pada website. Jangan terlalu besar agar hasil load tidak berat/lama.

2. Menempatkan Kode HTML, CSS dan Js

Dengan memampatkan kode HTML, CSS & JS atau istilah kerennya adalah Minify HTML, Minify CSS, Minify JS akan membuat file website menjadi lebih kecil dan membuat proses website menjadi lebih cepat. Kelemahannya bagi manusia adalah sulit untuk diedit ulang. Cara melakukan pemampatan kode tersebut dapat menggunakan Online Minifier http://www.willpeavy.com/minifier/

3. Satukan Kode CSS Dalam Satu File Eksternal

Jika pada website Anda Terlalu banyak file CSS akan menyebabkan proses loading lama. Maka jadikan file tersebut menjadi 1 folder dan  Pastikan file tersebut tidak terlalu besar dan jangan terlalu sedikit.

4. Satukan Kode Js Dalam Satu file Eksternal

Jika pada website Anda Terlalu banyak file JS akan menyebabkan proses loading lama. Maka jadikan file tersebut menjadi 1 folder dan Pastikan file tersebut tidak terlalu besar dan jangan terlalu sedikit.

5. Satukan Beberapa Gambar/image dalam satu file image

Sama halnya dengan langkah no 4 dan 5, maka jadikan 1 atau beberapa folder bagian. Pastikan file tersebut tidak terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Teknik untuk menyatukan gambar dan memanggilnya dalam CSS disebut CSS Image Sprite.

Anda dapat menggunakan Tools online CSS Image Sprite berikut.

– http://www.spritecow.com/
– http://instantsprite.com/

Dan banyak web lainnya yang menyediakan Tools serupa. Pilih yang mana yang paling anda suka.

6. Gunakan Teknologi AJAX

Jika anda menggunakan Server Side Scripting seperti PHP/ASP/JSP, selalu perhatikan jangan terlalu banyak memasukkan algoritma proses dalam 1 halaman web. Bagi beberapa proses dengan teknik asynchronous (dapat menggunakan metode AJAX).

7. Gunakan Plugin atau Ekstension Seperlunya

Jika anda menggunakan CMS seperti WordPress atau Joomla, jangan terlalu banyak memasukkan plugin/extension dan menampilkan banyak widget dalam 1 halaman. Ingat bahwa yang dicari oleh pengunjung adalah informasi, bukan beratnya atau banyaknya animasi dalam website anda.

8. Gunakan Teknologi Cache

Dalam pemrograman web dinamis, dikenal metode untuk memperingan website dengan sistem cache. Cache berguna untuk meringankan beban proses algoritma yang sama dan selalu dipanggil ulang ketika website diakses. Ada HDD cache dan Memory Cache. HDD cache adalah metode cache dengan membuat file statis HTML dari web dinamis, sehingga ketika halaman tersebut diakses berulang kali, server tidak perlu memproses algoritma untuk melayani pengunjung, tetapi cukup menampilkan hasil HDD cache tersebut hingga waktu yang telah ditentukan. Memory Cache, dalam PHP ada MemCached, APC dan Xcache yang berguna untuk menyimpan hasil proses dalam memori RAM sehingga dapat digunakan kembali.

Untuk pemakai CMS gunakan W3 Total Cache, dan ikuti panduannya dengan mudah.

9. Manfaatkan CDN

Penggunaan CDN (Cloud Data Network) untuk meringankan akses website adalah dengan cara menyimpan file web di beberapa server yang berbeda lokasi. Misal server 1 ada di US, server 2 ada di Indonesia. Ketika pengunjung yang mengakses dekat dengan server Indonesia, maka data akan diambilkan dari Indonesia, sedangkan ketika pengunjung website dekat dengan server US, maka data website yang ditampilkan diambil dari server US tersebut.

10. Server Hosting

Server hosting untuk website harus mempunyai kecepatan jaringan yang bagus dan kekuatan hardware yang tinggi. Hal ini karena server harus mampu melayani permintaan akses secara online 24jam non-stop setiap hari.

11. Hindari Penggunaan Flash

Flash Juga salah satu komponen yang bisa digunakan dalam pembuatan namun flash juga sangat memperlambat loading website karena ukurannya sangat besar dibandingan dengan image. Naman disarankan supaya Anda jangan sampai website Anda menggunakan flash terlalu banyak.